Kamis, 12 Desember 2019

UNSUR INTRINSIK PADA CERPEN
“PACAR DI MALAM MINGGU” KARYA IZTA LORIE

Muhammad Hafid Arbiraya NIM: 1888201045
Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia
Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sosial
Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

PENDAHULUAN
Dalam analisis ini, saya mengambil kajian unsur intrinsik pada cerpen yang berjudul “Pacar di Malam Minggu” karya Izta Lorie. Saya mendapatkan cerpen “Pacar di Malam Minggu” dari sebuah laman di internet. Saya membuat analisis ini untuk memenuhi Penilaian Akhir Semester pada mata kuliah Apresiasi Prosa. Unsur intrinsik yang saya kaji antara lain:  (1) tema merupakan ide atau gagasan dasar yang melatarbelakangi kese6luruhan cerita dalam cerpen, (2) tokoh merupakan pelaku atau orang yang terlibat di cerita dalam cerpen, dan penokohan merupakan penentuan watak atau sifat tokoh yang ada dalam cerpen, ada 4 jenis penokohan yang digambarkan dalam cerpen meliputi protagonis, antagonis, tritagonis, dan figuran, (3) alur merupakan urutan jalan cerita dalam cerpen yang disampaikan penulis, ada 2 macam alur, yaitu alur maju dan alur mundur, (4) latar atau setting mengacu pada waktu, tempat, dan suasana terjadinya cerita dalam cerpen, (5) sudut pandang merupakan strategi yang digunakan oleh penulis cerpen untuk menyampaikan ceritanya, di dalam sudut pandang ada 2, yaitu sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga, (6)  gaya bahasa merupakan ciri khas sang penulis dalam menyampaikan tulisannya kepada publik baik itu penggunaan majas, diksi, atau pemilihan kata yang  tepat pada cerpen, dan (7) amanat adalah pesan moral atau pelajaran yang dapat kita petik dari cerpen tersebut.
Sinopsis cerpen “Pacar di Malam Minggu” bercerita tentang perempuan bernama Nina yang selalu menunggu pacarnya bernama Roy di jendela kamar setiap malam minggu. Dan hal itu selalu disaksikan oleh ibu Nina dengan rasa sedih yang mengerti bahwa itu adalah khayalan semata dari anaknya. Karena yang sebenarnya terjadi adalah Nina dan Roy telah mengalami kecelakaan yang membuat Roy meninngal dan membuat kaki Nina lumpuh.
Tujuan kajian prosa ini adalah untuk mengetahui unsur intrinsik pada cerpen “Pacar di Malam Minggu” karya Izta Lorie dan pastinya untuk mendapatkan banyak pengalaman setelah membaca cerpen tersebut.

PEMBAHASAN
Unsur Intrinsik pada cerpen "Pacar di Malam Minggu" karya Izta Lorie.
1. Tema
Tema dalam cerpen “Pacar di Malam Minggu” adalah cinta, dilihat dari isi cerpen (tingkah laku dan ucapan tokoh dalam cerpen).
Bukti kalimat:
"Maaf terlambat, ini ada bunga untukmu."
"Aku ingin punya lima anak yang semuanya memiliki hidung kecil sepertimu," ujar Roy sambil mengerling. "Dua diantaranya perempuan dengan rambul ikal sepertimu." Nina mengelus rambut kemerahan Roy.
Roy melepaskan tangan Nina lalu mengecup punggung tangan dengan lembut.

2. Tokoh dan Penokohan
a. Nina mempunyai sifat tritagonis, karena dia baik pada Roy dan dilain sisi Nina juga berbohong pada ibunya.
Bukti kalimat:
Nina menoleh ka arah pintu. “Roy, kamu harus pergi sekarang! Roy! Roy!”
“Ibu? Roy nggak dari sini kok.
b. Roy mempunyai sifat protagonis, dilihat dari sikap dan perkataanya yang selalu dapat membuat Nina tersenyum bahagia.
Bukti kalimat: Cengiran khas Roy terlihat ketika jendela terbuka sepenuhnya. “Maaf terlambat, ini ada bunga untukmu.” Nina tersipu malu. Kejadian seperti ini terjadi hampir tiap minggu, namun selalu sukses membuat pipi Nina memerah.
c. Ibu Nina mempunyai sifat protagonis, karena baik pada Nina dengan tidak membiarkanya terus barada dalam khayalan yang semu.
Bukti kalimat: Ibu berlutut untuk memeluk Nina. “Anakku, lupakan Roy. Dia sudah tiada.”

3. Alur
Cerpen “Pacar di Malam Minggu” memiliki alur maju dengan tahapan alur pengenalan→muncul konflik→klimaks→anti klimaks→penyelesaian.
a. Pengenalan: Cengiran khas Roy terlihat ketika jendela terbuka sepenuhnya. “Maaf terlambat, ini ada bunga untukmu.”
Nina tersipu malu. Kejadian seperti ini terjadi hampir tiap minggu, namun selalu sukses membuat pipi Nina memerah.
Roy duduk di dahan pohon paling besar. Dia bersandar santai sambil memandang langit yang bertabur bintang. Mereka akan membicarakan banyak hal, mulai dari kenangan masa lalu sampai topik tentang masa depan.
b. Muncul konflik: Mereka asik bercakap-cakap tanpa menyadari kalau ibu sedari tadi memperhatikan dari balik pintu. Kesedihan meliputi wajah. Setiap kali malam minggu, dia akan selalu melihat pemandangan ini.
Nina yang duduk di dekat jendela dengan wajah berseri-seri dan berbicara sendirian. Dia masih belum bisa menerima kematian Roy dalam kecelakaan yang mengakibatkan kakinya lumpuh. Sejak saat itu Nina bersikap seolah-olah Roy masih hidup dan selalu datang tiap malam minggu.
c. Klimaks: Ibu menutup pintu perlahan-lahan lalu mulai mengetuk pintu. Nina menoleh ka arah pintu. “Roy, kamu harus pergi sekarang! Roy! Roy!”
Nina terkejut karena Roy sudah tidak terlihat di dahan itu. Pacarnya pasti sudah lebih ahli melarikan diri sekarang.
Ibu sudah melangkah masuk ke kamar Nina. Beliau tidak berkata apa-apa, hanya memandang Nina.
d. Anti klimaks: “Ibu? Roy nggak dari sini kok. Kenapa wajah Ibu sedih seperti itu?”
Ibu berlutut untuk memeluk Nina. “Anakku, lupakan Roy. Dia sudah tiada.”
Penyelesaian: Mata Nina seketika kosong. Dia teringat kecelakan yang sudah merenggut Roy dan mulai terisak. Nina tidak bisa melupakan Roy. Dia masih ada buat Nina, walau hanya di malam minggu-di dalam angan.

4. Latar atau Setting
a. Latar  waktu pada cerpen “Pacar di Malam Minggu” adalah saat malam minggu.
Bukti Kalimat:
Seharusnya Roy sudah datang. Dia berjanji akan menemui Nina di malam minggu.
"Apa kesibukanmu selama seminggu ini? Apa kamu tidak bisa datang selain malam minggu?" rajuk Nina.
b. Latar tempat pada cerpen “Pacar di Malam Minggu” adalah didekat jendela kamar Nina.
Bukti Kalimat:
Nina bergerak lincah mengarahkan kursi roda ke dekat jendela, lalu membukanya.
Nina yang duduk di dekat jendela dengan wajah berseri-seri dan berbicara sendirian.
Ibu sudah melangkah masuk ke kamar Nina. Beliau tidak berkata apa-apa, hanya memandang Nina.
c. Latar suasana pada cerpen “Pacar di Malam Minggu” adalah sedih (menyedihkan) dan pilu.
Bukti Kalimat:
Mereka asik bercakap-cakap tanpa menyadari kalau ibu sedari tadi memperhatikan dari balik pintu. Kesedihan meliputi wajah. Setiap kali malam minggu, dia akan selalu melihat pemandangan ini.
"Ibu? Roy nggak dari sini kok. Kenapa wajah Ibu sedih seperti itu?"
Mata Nina seketika kosong. Dia teringat kecelakan yang sudah merenggut Roy dan mulai terisak. Nina tidak bisa melupakan Roy. Dia masih ada buat Nina, walau hanya di malam minggu-di dalam angan.

5. Sudut Pandang
Sudut pandang pada cerpen “Pacar di Malam Minggu” adalah orang ketiga serba tahu. Dibuktikan dengan penulis yang menceritakan apa saja terkait tokoh utama. Penulis seakan tahu benar tentang watak, pikiran, perasaan, kejadian, bahkan latar belakang yang mendalangi sebuah kejadian dalam cerpen.

6. Gaya Bahasa
Gaya Bahasa yang dipakai dalam cerpen “Pacar di Malam Minggu” adalah hiperbola.
Bukti kalimat: Dia bersandar santai sambil memandang langit yang bertabur bintang.

7. Amanat
Jadikan masa lalu sebagai pengalaman dan pelajaran untuk berproses pada kehidupan mendatang yang lebih baik.


SIMPULAN
Dapat disimpulkan unsur intrinsik yang terdapat pada cerpen “Pacar di Malam Minggu” karya Izta Lorie yaitu:
bertemakan cinta,
terdapat tiga tokoh dengan penokohan Nina (tritagonis), Roy (protagonis), dan ibu Nina (protagonis),
memiliki alur cerita maju dengan tahapan alur pengenalan→muncul konflik→klimaks→anti klimaks→penyelesaian,
latar atau setting waktu pada malam minggu, tempat didekat jendela kamar Nina, bersuasana sedih dan pilu,
sudut pandang orang ketiga serba tahu,
gaya bahasa yang digunakan adalah hiperbola, dan
mengandung amanat agar menjadikan masa lalu sebagai pengalaman dan pelajaran untuk berproses pada kehidupan mendatang yang lebih baik.


DAFTAR RUJUKAN
www.kelaindonesia.com/2015/04/gaya-bahasa-dalam-cerpen-dan-contoh-lengkap.html?m=1
https://notepam.com/unsur-intrinsik-cerpen/
www.kbbi.com
Cerpen “Pacar di Malam Minggu” karya Izta Lorie dapat diakses di laman berikut ini :
https://m.kaskus.co.id/kumpulan-cerpen-tema-cinta/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar